Pengertian Banjir dan Permasalahannya

02.38 Add Comment
 
7 April 2016, satu buah gempa jenis lumayan kuat menerjang Kabupaten Garut, Gempa Garut ini pun sontak membuat kaget, lantaran dalam beberapa tahun terakhir, dapat dibilang kejadian gempa di Garut jarang sekali terjadi. Pertanyaannya seterusnya, mengapa akan berlangsung gempa di Garut, ja-bar? Apa yang menjadi pemicunya? Seberapa besar potensi gempa Garut?

Mengutip dari Antara, menurut paparan dar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Kasbani, pada dasarnya semua wilayah selatan di Pulau Jawa rawan terkena gempa. termasuk berpotensi menimbulkan gempa di Garut. Mengapa demikian?

Kenyataannya wilayah selatan Jawa benar-benar menjadi ruang pertemuan antara dua lempeng besar benua, yakni lempeng Eurasia dan lempeng Indo Australia. Kedua lempeng ini bertemu, saling bertubrukan dan saling menghujam sesuai di selatan Jawa. Sebetulnya ruangan pertemuan dua lempeng ini sudah menjajar dari ujung Pulau Sumatera, lalu begerak lurus ke pesisir barat Sumatera terus lurus ke selatan Jawa sampai ke selatan Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara.

Pertemuan antara kedua lempeng ini serta yang menjadi pemicu dari gempa besar dan tsunami Aceh tahun 2004 silam. Gesekan antara kedua lempeng ini juga yang bertanggung jawab atas gempa Jogjakarta th 2007.

Seterusnya, terkait dgn potensi gempa di Garut, benar-benar lah sewaktu ini jarang ada kejadian gempa di Garut. Hal ini barangkali saja disebabkan lantaran tak sedikit titik patahan dari proses tubrukan kedua lempeng yang terkunci di sekitar selatan Garut. Seandainya titik patahan ini mencapai level jenuhnya, maka pelepasan energi dari patahan mampu menjadi gempa kategori sedang sampai agung. Seperti yang kemarin terdeteksi serta yang merupakan gempa Garut mula-mula di th 2016.

Meski demikian, potensi gempa di Garut bukan berarti nihil sama sekali, justru malah titik bahaya bakal semakin berkumpul, apabila di lokasi daerah yang berada dekat dengan pertemuan lempeng Bumi namun nyatanya jarang berguncang gempa. Sebab itu berarti tandanya ada tak sedikit titik kuncian patahan (seismic gap) yang belum terlepas energinya.

Seperti yang ketahuan, gempa Garut terjadi kepada 6 April 2016 dahulu pada pukul 21.45 tengah tengah malam. Kemampuan magnitudo gempa Garut cukup kuat, mencapai kapabilitas 6,1 skala richter. Lokasi gempa Garut sesuai berada di ada titik pertemuan lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia di selatan pulau Jawa kira kira 101 Km Barat Daya Garut, Jawa Barat. Kedalaman gempa lumayan dangkal kira kira 10 kilo meter.
sumber

Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Februari 2016

02.33 Add Comment
Seperti prediksi Badan Meterologi, Klimatologi, & Geofisika, intenstitas hujan memang lah bakal bergerak makin meningkat menjelang perpindahan bln di antara Januari & Pebruari 2016.
Bahkan lebih tidak baik, dengan cara husus Kepala Pusat Kabar Meteorologi Publik Tubuh Meteorologi, Klimatologi & Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika) Mulyono R Prabowo memberikan himbauan penambahan bakal potensi cuara ekstrem yg makin meningkat dari perkiraan pada awal mulanya.
Peningkatan cuaca ekstrem di atas Pulau Jawa khususnya diprediksi bakal betul-betul berlangsung setidaknya sewaktu dikala sepekan di awal bln Pebruari 2016. Peningkatan potensi cuaca ekstrem ini berarti peningkatan serta terhadap risiko bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang & bencana alam hidrometeorologi yang lain.
Macam Mana penjelasan ilmiah dari ancaman cuaca ekstrem di Pulau Jawa tatkala awal bln Pebruari 2016 ini?
Dikutip dari pemberitaan Kantor Kabar Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika memaparkan fenomena cuaca ektrem ini berlangsung dikarenakan fenomena Monsoon Asia yg makin menguat mengarah ke Indonesia. Selanjutnya ada serta barangkali masuknya massa hawa dingin yg terindikasi telah sejak mulai menguat di atas langit Pulau Jawa. Sementara itu, ke-2 fenomena atmosfe itu masihlah ditambah lagi dgn fase basah dari fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yg memasuki wilayah kontinen maritim, termasuk juga Indonesia. Nantinya jumpa massa hawa ini dapat berlangsung diatas langit pulau Jawa membentang ke timur Indonesia hingga ke NTT. Akibatnya prediksi cuaca ekstrem bisa saja akbar bakal makin menguat bagi Pulau Jawa, Bali, NTB & NTT. Setidaknya hingga pertengahan Bln Pebruari 2016.
Husus utk wilayah Nusa Tenggara Timur, potensi hujan dapat makin deras lai dikarenakan ada bisa saja massa hawa bertekanan rendah di utara Australia bakal bergerak ke utara memberikan pengaruh pembentukan awan hujan diatas NTT.
Kawasan yg dihimbau Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika buat antisipasi cuaca jelek & bencana banjir bersama senantiasa memperbarui berita cuaca terupdate lewat Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika setempat di antaranya ialah kawasan Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, & NTT.
Prediksi cuaca bisa bersama enteng diakses melalui pantauan satelit di page Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika terhadap alamat satelit.Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika.go.id. Pantauan area mana saja di Indonesia yg berpeluang hujan deras diupdate oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika tiap-tiap satu jam sekali.